Skip to main content

Desau Angin Maastricht


Desau Angin Maastricht adalah novel karya DH Devita. Bercerita tentang perempuan cantik yang hendak melanjutkan studi S2nya di negeri kincir angin. Perempuan ini bernama Arin, ia mendapatkan beasiswa dari Universiteit Maastricht Belanda. Dan hendak pergi ke negara itu untuk meraih pendidikan dan juga petualangan baru di Belanda.
Novel ini banyak menceritakan tentang kehidupan Arin di Belanda. Ia harus beradaptasi dengan kota yang mayoritasnya non muslim, dan harus pintar-pintar membagi waktu karena Arin adalah salah satu mahasiswa yang selalu sibuk di kampus karena banyak mengikuti beberapa organisasi untuk mencari informasi agama islam di Maastricht. Bukan hanya itu, Arin juga mengamati bagaimana kehidupan orang-orang di Maastricht dan budayanya. Di balik cerita kehidupannya yang selalu mengedepankan pendidikan, Arin juga bercerita tentang kisah cintanya yang rumit. Walaupun dia memiliki kisah cinta yang rumit, tapi ia mengabaikannya dan lebih mementingkan pendidikan dibanding masalah cinta.
Jika kita membaca novel ini. Rasanya kita seperti diajak langsung mengelilingi indahnya Maastricht. Karena novel ini benar-benar menjelaskan bagaimana keadaan Maastricht. Dan kita akan diajak kagum dengan semngat Arin yang sangat berusaha mendapatkan gelar S2nya dengan baik agar bisa menjadi dosen disana. Kita juga akan mengikuti beberapa masalah yang dihadapinya ketika menghadapi orang yang mayoritasnya non muslim dan beberapa tantangan untuknya ketika aktif dalam berorganisasi.
Dengan melihat beberapa tantangan Arin, terlihat bahwa novel ini baik untuk dibaca. Karena mengandung motivasi agar kita lebih mementingkan pendidikan hingga mencapai tingkat yang tertinggi. Bukti bahwa pendidikan bukan hanya di negeri kita sendiri, tapi kita bisa meraih pendidikan yang baik juga di luar negeri. Kita juga diajarkan pentingnya berorganisasi, bergaul dengan orang-orang non muslim, dan juga membuktikan bahwa agama islam juga harus dihargai di negara yang mayoritasnya bukan islam.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Getting Loss: the Thing I Hate the Most

For me, loss is the most painful phase in life. How could it not be? We are forced to let go of things we love, things we care about, and things we have enjoyed every second with. In my life, the hardest loss I have experienced was having to say goodbye to the middle school students I taught English to during my internship, those kids who made me feel seen and needed almost every day. Every morning, I had to wake up earlier than usual, leaving home when the sun had not fully risen, traveling 10 kilometers to arrive at the school on time before the morning assembly started. Sometimes, I had to leave even earlier, worried about traffic. If I got stuck in traffic, I would be late, and I never wanted to make the kids wait. Going home was not easy either. The heavy traffic in the afternoon often greeted me with the endless sound of honking horns and fumes from vehicles, making me exhausted before I even reached home. At night, I still had to attend my classes, finish assignments, and prepar...

Unexpected Situation: A Ride to Remember

I never thought I would find myself in a situation like this. It was the first time I had ever experienced such a serious accident. Initially, I only wanted to visit my friend’s boarding house, but I never expected that everything would happen so quickly, in just a matter of seconds. That night, I felt extremely restless in my room. The walls that usually felt comforting suddenly felt tight and suffocating. I wanted to find a calmer atmosphere to refresh my mind. At that time, my head was filled with so many thoughts, and assignments were piling up, yet I had no motivation to work on them. It felt like I was exhausted from the same routine every day but didn’t know how to break free from that feeling. I remembered that I had a friend from high school who was also studying in Surabaya. So, I decided to contact her, hoping we could meet up and talk for a while. Maybe we would just sit somewhere, buy some snacks, and share stories to lighten the burden I was carrying in my mind. I hoped t...