Skip to main content

If You Only Knew


If You Only knew adalah novel karya Jenny Thalia Faurine. Novel ini termasuk novel drama cinta. Bercerita tentang seorang perempuan mapan bernama Mona. Perempuan ini begitu tegar menghadapi kisah hidupnya yang penuh dengan konflik. Hidup dengan cerita mencekam menjadikannya sosok yang tertutup dan sering mengalami mimpi buruk di tengah malam. Dan ketika tujuh tahun berlalu, orang-orang yang selalu mengganggunya tiba-tiba kembali.
Berawal dari hidup Mona ketika SMA yang indah bersama teman-temannya. Namun ketika tujuh tahun berlalu, ia menjadi sosok yang murung karena masa lalunya yang menyeramkan. Ia disiksa oleh dua orang teman dekatnya sendiri yaitu Dewo dan Dahlian. Gestra yang selalu menemani Mona ketika ia sedang bersedih atau ketika mimpi buruk datang. Cionta yang menjadikan masa lalu Mona menjadi suram, jadi hingga tujuh tahun berlalu ia tetap teguh untuk tidak mengenal cinta lagi.
Tokoh antagonis dalam novel ini sangat terasa sekali kejahatan-kejahatn yang diperbuatnya, hingga jika membaca bukunya jadi terasa sangat serius. Mona diculik, disekap, disayat lehernya, dan banyak lagi yang di lakukan oleh Dewo dan Dahlian ketika beraksi dangan segala kejahatannya. Walaupun penjahat-penjahat itu berusaha melukai Mona dengan segala cara, Gestra lah yang selalu melindungi Mona. Tapi Mona selalu cuek menganggapi Gestra yang selalu melindunginya, karena Mona berfikir bahwa awal dari kejadian-kejadian ini adalah karena Gestra. Jadi ia selalu menjauhi Gestra karena ia tidak mau Gestra juga terluka.
Novel ini lebih banyak mengarah ke drama cinta. Tidak ada kata-kata yang memotivasi. Namun pelajaran yang bisa kita ambil adalah kerja keras untuk meninggalkan masa lalu yang suram menjadi masa depan yang lebih baik dan indah dengan teman-teman di sekeliling kita, menjadikan kita menjadi bisa bangkit dan lebih semangat untuk menjalani hidup. Dan orang tua yang selalu mendukung anak juga bisa membantu anak menjadi berani melupakan segala masa lalunya.

Comments

Popular posts from this blog

Getting Loss: the Thing I Hate the Most

For me, loss is the most painful phase in life. How could it not be? We are forced to let go of things we love, things we care about, and things we have enjoyed every second with. In my life, the hardest loss I have experienced was having to say goodbye to the middle school students I taught English to during my internship, those kids who made me feel seen and needed almost every day. Every morning, I had to wake up earlier than usual, leaving home when the sun had not fully risen, traveling 10 kilometers to arrive at the school on time before the morning assembly started. Sometimes, I had to leave even earlier, worried about traffic. If I got stuck in traffic, I would be late, and I never wanted to make the kids wait. Going home was not easy either. The heavy traffic in the afternoon often greeted me with the endless sound of honking horns and fumes from vehicles, making me exhausted before I even reached home. At night, I still had to attend my classes, finish assignments, and prepar...

Desau Angin Maastricht

Desau Angin Maastricht adalah novel karya DH Devita. Bercerita tentang perempuan cantik yang hendak melanjutkan studi S2nya di negeri kincir angin. Perempuan ini bernama Arin, ia mendapatkan beasiswa dari Universiteit Maastricht Belanda. Dan hendak pergi ke negara itu untuk meraih pendidikan dan juga petualangan baru di Belanda. Novel ini banyak menceritakan tentang kehidupan Arin di Belanda. Ia harus beradaptasi dengan kota yang mayoritasnya non muslim, dan harus pintar-pintar membagi waktu karena Arin adalah salah satu mahasiswa yang selalu sibuk di kampus karena banyak mengikuti beberapa organisasi untuk mencari informasi agama islam di Maastricht. Bukan hanya itu, Arin juga mengamati bagaimana kehidupan orang-orang di Maastricht dan budayanya. Di balik cerita kehidupannya yang selalu mengedepankan pendidikan, Arin juga bercerita tentang kisah cintanya yang rumit. Walaupun dia memiliki kisah cinta yang rumit, tapi ia mengabaikannya dan lebih mementingkan pendidikan dibanding ...

Unexpected Situation: A Ride to Remember

I never thought I would find myself in a situation like this. It was the first time I had ever experienced such a serious accident. Initially, I only wanted to visit my friend’s boarding house, but I never expected that everything would happen so quickly, in just a matter of seconds. That night, I felt extremely restless in my room. The walls that usually felt comforting suddenly felt tight and suffocating. I wanted to find a calmer atmosphere to refresh my mind. At that time, my head was filled with so many thoughts, and assignments were piling up, yet I had no motivation to work on them. It felt like I was exhausted from the same routine every day but didn’t know how to break free from that feeling. I remembered that I had a friend from high school who was also studying in Surabaya. So, I decided to contact her, hoping we could meet up and talk for a while. Maybe we would just sit somewhere, buy some snacks, and share stories to lighten the burden I was carrying in my mind. I hoped t...